Tempat berkreasi Mahasiswa Program Pasca Sarjana IAIN Sultan Thaha Saifuddiin Jambi Angkatan Ke-4, yang terdiri dari sembilan prajurit (Bu Adrianis, Kando Masyhuri, Yu' Asi, Alwi, Dodi, Akmal, Fadlan, Husin dan Anaswan.
Minggu, 26 Februari 2012
Teori Sosiokultural (Vygotsky: 1896-1934)
Lev Semenovich Vygotsky adalah seorang psikolog berkebangsaan Rusia yang melakukan penelitian pada komponen sosial dalam perkembangan kognitif anak. Menurut Vygotsky aspek kognitif anak akan berkembang dengan sangat baik bilamana anak-anak tidak hanya bermain melakukan eksperimen pada alat-alat mainnya tetapi juga berinteraksi dengan orang dewasa dan teman-teman sebayanya yang memiliki pengetahuan lebih banyak darinya. Pada saat anak bermain didampingi oleh guru yang memberikan bimbingan lisan, bantuan fisik, dan pertanyaan-pertanyaan terbuka akan dapat membantu anak meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengetahuan. Demikian pula teman sebaya yang memiliki keterampilan lebih akan membantu anak-anak belajar melalui pemberian contoh dan percakapan.
Teori-Teori Behaviorisme
1) Classical
Conditioning, Ivan Pavlov (1849-1936)
Pavlov
adalah seorang psikolog dari Rusia yang menemukan hubungan antara stimulus dan respon. Menurut Pavlov respon
dari seseorang tergantung pada stimulus yang diterima.
Pavlov
melakukan percobaan pada seekor anjing. Pada tahap pertama anjing tersebut dibiarkan lapar kemudian diberikan
makanan, anjing tersebut mengeluarkan liurnya. Tahap kedua anjing tersebut
kembali dibiarkan lapar kemudian diberikan makanan bersamaan dengan bel yang
dibunyikan, anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. Pemberian makanan
dengan cara ini dilakukan berkali – kali yang kemudian pada tahap ketiga Pavlov
mencoba membunyikan bel tanpa adanya makanan yang diberikan dan dapat ditemukan
ketika anjing tersebut mendengar bel yang berbunyi maka anjing tersebut tetap
mengeluarkan air liurnya sama seperti ketika diberikan makanan.
Teori Psikososial, Erik Erikson (1902-1994)
Erikson
berpendapat bahwa perkembangan manusia melalui tahap – tahap psikososial dan
tahap – tahap perkembangan tersebut terus berlanjut sampai manusia tersebut
mati. Erikson menekankan bahwa perubahan pada setiap tahap perkembangan terjadi
sepanjang siklus kehidupan manusia. Psikosial membagi tahap perkembangan
manusia menjadi delapan tahap yang masing – masing memiliki tugas perkembangan yang khas yang
menghadapkan individu dengan suatu krisis yang dihadapi pada setiap tahapan. Menurut Erikson krisis pada rentang
perkembangan manusia merupakan penunjang untuk peningkatan potensi pada diri
manusia, semakin berhasil individu mengatasi krisis, akan semakin sehat
perkembangan manusia tersebut.
Teori Psikoanalisa, Sigmund Freud (1856-1939)
Freud
adalah seorang psikiater dari Austria, berpendapat bahwa pemuasan kebutuhan
pada manusia berdasarkan instingnya, berfokus pada kebutuhan seksual dari dalam
diri (libido seksual), kesenangan dan fantasi-fantasi yang menyenangkan. Freud
mengatakan bahwa kepribadian dasar kita dibentuk pada lima tahun pertama kehidupan
manusia.
Menurut
Freud komponen dalam diri
manusia adalah id, ego, superego. Id
adalah dorongan kebutuhan dari dalam diri manusia baik itu kebutuhan emosional,
fisik maupun kebutuhan seksual yang sifatnya selalu ingin dipuaskan (“here and now”) dan biasanya berhubungan
dengan kesenangan yang harus dipenuhi dan sesegera mungkin (pleasure principles). Contoh ; pada bayi yang baru
lahir sangat dikuasai oleh id, bayi menangis ketika lapar dan
ingin segera dipenuhi kebutuhan akan rasa laparnya tersebut tanpa mau tahu
bagaimana ia akan mendapatkan susunya. Ego
adalah sang rasional, manusianya itu sendiri, yang memiliki kemampuan untuk
memecahkan masalah, memiliki ide-ide untuk memenuhi kebutuhannya, memiliki
prinsip-prinsip yang berdasarkan kenyataan (reality
principle) dimana manusia belajar untuk menahan id-nya dengan jalan yang tepat dan memiliki pandangan yang lebih
realistik untuk memenuhi kebutuhan dari dalam dirinya. Superego adalah norma-norma yang berlaku, moral, aturan-aturan
yang berlaku, hal-hal yang ideal yang
memiliki penjelasan tentang hal-hal yang
benar dan salah yang membantu sang ego untuk menahan sang id.
Teori Kematangan, Arnold Gesell (1920-1930)
Gesell
adalah seorang dokter dari Amerika yang percaya bahwa pola tingkah laku dan
perkembangan dari seorang anak secara otomatis sejalan dengan pertumbuhan
fisik dan perkembangan motoriknya. Anak
berkembang sesuai dengan waktu atau jadwal alaminya, menurut Gesell usaha untuk
mempercepat kematangan dan kesiapan anak dalam berbagai hal adalah usaha yang
sia-sia dan hanya menghabiskan waktu saja.
Anak
akan memperkaya pengalaman sesuai dengan tahapan perkembangannya. Seorang guru
haruslah mengetahui dan memahami urutan perkembangan anak sehingga dapat
memberikan rangsangan dan pengalaman- pengalaman bagi anak yang sesuai dengan
tahap perkembangan.
Langganan:
Postingan (Atom)